Luka Hati

Ketika dia kehilangan malam tergelapnya.

Ku coba gantikan dengan ribuan cahaya bintang.

Tapi tidak membuat semuanya membaik.

Dia bilang sinarnya terlalu terang.

Jarak membunuh cinta palsu.

Dan menunjukan apa yg nyata.

Aku tau risiko nya.

Tapi aku memiliki hati baja.

Tidak ada hujan tanpa langit cerah.

Tidak ada rasa sakit tanpa bahagia.

Dia lah yg menciptakan semuanya.

Dia lah yg menciptakan jiwa kita satu.

Jiwa kita yang sama.

Setiap pagi ku teringat tawanya.

Setiap senja ku teringat senyumnya.

Setiap malam ku teringat wajahnya.

Apa yang harus aku lakukan ?

Sekarang bukan kewajibanku lagi membuatnya bahagia.

Ya memang salahku membuat Hatinya terluka.

Silahkan kutuk namaku sesukanya.

Hanya saja, aku harap dia melupakanku

setelah aku pergi.....selamanya